Aku menulis sebab aku merasa sepi. Seringkali begitu. Apa kalian juga? Atau hanya aku. Ya mungkin ada beberapa yang sepertiku. Hari ini di samping jendela kamar, aku memandang tembok rumah tetanggaku, tidak ada orang hanya sendiri, dan belum mandi. Tempat ini adalah ruang paling nyaman untuk tidur, mengaji, dandan, juga untuk galau. Tapi kali ini aku memang sungguh galau. Oh iya... Hanya informasi saja, galau itu sangat luas cakupannya tidak hanya karena ditinggal kekasih atau teman yang jadi kekasih pacar, atau pacar yang direnggut teman, bukaaan itu. Galau menurut persepsiku (setelah mencari di kamus kebanggaanku) adalah sejenis keadaan di mana seseorang merasa tidak tentu arah, tidak punya pegangan, takut salah melakukan sesuatu, ragu-ragu untuk memutuskan sesuatu dalam hal apapun, jadi aku tegaskan galau itu tidak hanya tentang cinta kepada sesama ya. Begini, sudah sering sekali aku merasa galau dengan keputusan yang aku pilih, aku memilih untuk diriku sendiri dan aku memaksa unt...
Comments
Post a Comment